
Batam, 16 Mei 2025 — Dalam rangka pengendalian dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, LLDIKTI Wilayah XVII menyelenggarakan Workshop Evaluasi Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Mei 2025, bertempat di Kampus Universitas Batam.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Bapak Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap dokumen dan implementasi SPMI di setiap perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa upaya peningkatan mutu harus dimulai dari refleksi terhadap praktik yang berjalan saat ini agar dapat disusun program strategis berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang masing-masing membawakan materi sesuai dengan fokus strategis peningkatan mutu di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII. Materi pertama membahas Pemetaan Implementasi SPMI Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII, yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi terkini pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal di berbagai PTS.
Materi kedua membahas Implementasi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dalam SPMI dan SPME, yang mengulas secara mendalam tentang integrasi regulasi baru ke dalam siklus penjaminan mutu internal (SPMI) dan eksternal (SPME). Narasumber menyoroti bagaimana kebijakan terbaru ini mendorong institusi pendidikan tinggi untuk lebih adaptif, responsif, dan terstruktur dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Sementara itu, materi ketiga bertajuk Bedah Perangkat SPMI: Penyesuaian dengan Kebutuhan Akreditasi Program Studi, memfokuskan pada analisis terhadap perangkat dokumen mutu yang digunakan di perguruan tinggi. Pemaparan ini menekankan pentingnya kesesuaian antara dokumen SPMI dengan standar dan indikator penilaian akreditasi, sehingga dapat memastikan bahwa dokumen yang disusun benar-benar mendukung pencapaian mutu program studi secara konkret dan terukur.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang fokus pada pembahasan dan evaluasi perangkat SPMI yang telah diterapkan di masing-masing institusi. Peserta aktif terlibat dalam membedah dokumen mutu untuk memastikan keselarasan dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebutuhan akreditasi program studi.
Dalam kegiatan ini, Politeknik Pariwisata Batam turut hadir sebagai bentuk nyata komitmen institusi dalam mendukung penguatan sistem penjaminan mutu internal. Kehadiran perwakilan Politeknik Pariwisata Batam mencerminkan keseriusan institusi dalam memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan, sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi proses akreditasi dan evaluasi eksternal.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi nyata implementasi SPMI di perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XVII. Data dan temuan dari workshop ini akan dijadikan dasar penyusunan program peningkatan mutu yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan oleh LLDIKTI Wilayah XVII.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan terjadi penguatan kapasitas institusi dalam membangun sistem penjaminan mutu yang lebih adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan demi mendorong tercapainya pendidikan tinggi yang bermutu di wilayah ini (HK).
Related posts


